PONTIANAK, AKCAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menyiagakan 35 rumah oksigen untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap. Kesiapsiagaan ini diperkuat menyusul laporan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sembilan kabupaten/kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr. Erna Yulianti, menyebut Kota Pontianak, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Kubu Raya menjadi tiga wilayah yang mendapat perhatian utama.
“Sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dampak karhutla, kita sudah koordinasi dengan Dinas Kabupaten/Kota untuk memberikan layanan oksigen di fasyankes, terutama puskesmas yang mudah diakses masyarakat,” kata Erna.
Dari 35 rumah oksigen yang tersedia, sebanyak 10 berada di Kota Pontianak, delapan di Kapuas Hulu, tujuh di Kubu Raya, tiga di Mempawah, serta masing-masing dua di Kayong Utara dan Ketapang. Sementara itu, Landak, Sanggau, dan Sintang masing-masing memiliki satu rumah oksigen.
Fasilitas tersebut disediakan pemerintah maupun pihak swasta, termasuk DPW Muhammadiyah Wilayah Kalbar dan AFA Foundation, untuk memperluas akses layanan oksigen bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan saat kualitas udara memburuk.
Pemprov Kalbar juga menyiapkan dua fasilitas rumah oksigen yang dikelola Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dan UPT Klinik Pratama Kantor Gubernur Kalbar. Kedua fasilitas itu memiliki total 12 tempat tidur, terdiri atas delapan tempat tidur di Rumah Oksigen Dinkes Kalbar dan empat tempat tidur di UPT Klinik Pratama.
Selain menyiagakan fasilitas tersebut, Dinkes Kalbar berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memastikan layanan oksigen tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama puskesmas yang mudah dijangkau warga.
Erna mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan pernapasan. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Kesiapsiagaan ini diharapkan membantu mempercepat penanganan warga yang terdampak kabut asap. Pemprov Kalbar juga mengandalkan koordinasi lintas daerah dan edukasi kesehatan untuk menekan risiko gangguan pernapasan akibat karhutla. (elp)











