PONTIANAK, AKCAYA –  Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong pengembangan kopi liberika dan tanaman produktif di lahan gambut untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung rehabilitasi hutan dan lahan.

Program melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar ini menyasar sembilan Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kabupaten Mempawah, Sambas, dan Kayong Utara. Para penerima bantuan telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk pengembangan agroforestri kopi liberika dan Multi-Purpose Tree Species (MPTS) atau tanaman serbaguna.

Sekretaris DLHK Kalbar, Ganda Yulianto Butarbutar, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas rehabilitasi hutan dan lahan gambut sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.

Advertisement

“Untuk mendukung penguatan dan perluasan aksi mitigasi yang berkontribusi langsung pada penurunan emisi gas rumah kaca,” kata Ganda, Minggu (11/10/2026).

Program ini didukung pendanaan melalui skema Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 yang dikelola Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Dana disalurkan kepada Pemprov Kalbar melalui Lembaga Perantara (Lemtara) Bentang Kalimantan Tangguh.

Direktur Perkumpulan Bentang Kalimantan Tangguh, Antonius Priyani Widjaya, menilai pengembangan kopi liberika di lahan gambut berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperluas aksi mitigasi perubahan iklim.

“Lahan gambut dengan karakteristik yang khas menjadi tempat tumbuh yang bagus untuk kopi liberika, apalagi sekarang secara ekonomis, kopi liberika ini sangat menguntungkan,” ujarnya.

Selain pengembangan tanaman, program ini menekankan penerapan standar perlindungan sosial dan lingkungan. Petani didorong memahami tata cara pelaksanaan kegiatan, mulai dari penanaman hingga perawatan, termasuk pengelolaan sampah plastik dan penggunaan perlengkapan keselamatan yang layak.

Sebelum penandatanganan kerja sama, perwakilan KTH juga menerima pembekalan mengenai teknik budidaya kopi liberika serta perlindungan sosial dan lingkungan. Program ini turut mendorong keterlibatan perempuan dan kelompok rentan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Melalui pengembangan agroforestri, Pemprov Kalbar berharap lahan gambut dapat dikelola secara produktif tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Upaya ini sekaligus diharapkan memperkuat penghidupan petani dan mendukung penurunan emisi gas rumah kaca. (elp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *