PONTIANAK, AKCAYA – Kabupaten Sekadau belum menerima Bantuan Presiden (Banpres) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menyiapkan dukungan peralatan dan mengusulkan tambahan bantuan kepada pemerintah pusat untuk empat kabupaten yang belum mendapat alokasi.
Persoalan tersebut dibahas dalam audiensi Komisi I DPRD Kabupaten Sekadau bersama Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (8/10/2026).
“Karhutla berdampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari kabut asap, penurunan kualitas udara, peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga keterbatasan air bersih,” kata Ketua Komisi I DPRD Sekadau, Valentinus.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, DPRD Sekadau mengusulkan bantuan berupa peralatan pemadam, logistik, mesin pemadam, hingga ekskavator.
Menanggapi usulan tersebut, Krisantus mengatakan Pemprov Kalbar akan menindaklanjuti kebutuhan Sekadau melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait.
Ia meminta BPBD Sekadau segera berkoordinasi dengan BPBD Kalbar untuk menyinkronkan data titik panas, luas lahan terdampak, dan kebutuhan mendesak di lapangan.
“Data yang valid diperlukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran,” ujar Krisantus.
Sementara itu, BPBD Kalbar telah menyiapkan sejumlah peralatan untuk mendukung penanganan karhutla, di antaranya mesin pemadam jinjing, selang, dan konektor. Penyerahan peralatan tersebut memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah kabupaten.
Terkait kemungkinan dukungan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), Pemprov Kalbar perlu berkonsultasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan mekanisme penyaluran sesuai ketentuan.
Pemprov Kalbar juga telah mengusulkan tambahan Banpres kepada pemerintah pusat bagi empat kabupaten yang belum menerima alokasi, termasuk Sekadau. Usulan tersebut diharapkan dapat memperkuat penanganan karhutla di wilayah yang masih membutuhkan dukungan.
Dengan koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, kebutuhan penanganan karhutla di Sekadau diharapkan dapat segera ditindaklanjuti. (elp)











