PONTIANAK, AKCAYA– Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Imbauan ini menyusul kembali meningkatnya titik panas di sejumlah wilayah pada Rabu (30/9/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalbar, Ridwan, mengatakan peningkatan titik panas menjadi perhatian karena berpotensi berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan.
“Dari data-data yang kami sampaikan tadi, terlihat jelas pada hari ini adanya peningkatan lagi titik panas ataupun titik api di beberapa wilayah,” ujar Ridwan, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, data yang diterima BPBD masih menunjukkan adanya indikasi pembakaran di sejumlah lokasi. Karena itu, masyarakat maupun pihak lain yang beraktivitas di sekitar wilayah tersebut diminta tidak melakukan pembakaran.
“Dari data-data ini, kami menyimpulkan masih adanya pembakaran di wilayah-wilayah tersebut. Maka kami mengimbau untuk tidak melakukan pembakaran di wilayah-wilayah yang berada di sekitar,” katanya.
Waspada 2–6 Oktober
Kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan dinilai masih mendukung terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ridwan mengatakan berdasarkan informasi BMKG, periode 2 hingga 6 Oktober 2026 perlu mendapat perhatian karena kondisi lahan berpotensi lebih mudah terbakar.
“Data dari BMKG menyatakan mulai tanggal 2, 3, sampai tanggal 6 Oktober ini potensi untuk kemudahan terjadinya karhutla sangat mudah,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat turut mencegah terjadinya kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki potensi tinggi. Menurutnya, kondisi karhutla yang sebelumnya mulai membaik harus dipertahankan agar tidak kembali memburuk.
“Ini juga kita harapkan kepada masyarakat agar bisa mengantisipasi untuk daerah ataupun wilayah-wilayah yang berada di sekitarnya. Jadi yang terjadi, yang kemarin-kemarin itu tidak terulang kembali,” kata Ridwan. (elp)











