PONTIANAK, AKCAYA – Setelah lebih dari empat tahun menjalankan amanah, Windy Prihastari menuntaskan tugasnya sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Senin (31/8/2026).

Windy mengakhiri masa kepemimpinannya setelah mendampingi Harisson yang menjalankan tugas sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar hingga 31 Agustus 2026.

Selama menjalankan amanah tersebut, Windy tidak hanya menguatkan organisasi perempuan di lingkungan aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga membawa DWP Kalbar lebih dekat dengan berbagai persoalan masyarakat.

Advertisement

Pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, pendidikan anak, kesehatan, hingga kepedulian terhadap kelompok rentan menjadi bagian dari program yang terus didorong selama kepemimpinannya.

Windy pertama kali dipercaya menjadi Ketua DWP Provinsi Kalbar pada 14 Januari 2022, ketika Harisson dilantik sebagai Sekda Kalbar.

Peran tersebut kembali dijalankannya hingga berakhirnya masa tugas Harisson sebagai Sekda pada 31 Agustus 2026.

Di tengah perjalanan tersebut, Windy juga mendapat amanah sebagai Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Kalbar sejak 5 September 2023 hingga 20 Februari 2025, ketika Harisson menjalankan tugas sebagai Penjabat Gubernur Kalbar.

Salah satu fokus Windy selama memimpin DWP Kalbar adalah mendorong perempuan, khususnya istri ASN, agar tidak hanya menjadi pendamping keluarga, tetapi juga mampu mengembangkan kapasitas dan potensi diri.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui program DWP Goes to Unsur Pelaksana (UP). Melalui program ini, jajaran DWP turun langsung mengunjungi berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalbar.

Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana menggali potensi anggota, membuka peluang usaha, meningkatkan kapasitas perempuan, dan memperkuat ekonomi keluarga.

DWP Kalbar juga mulai mendorong pemanfaatan teknologi melalui gagasan platform belanja digital untuk membantu memasarkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik anggota.

Upaya tersebut menjadi bagian dari visi Windy agar perempuan memiliki ruang lebih besar untuk berkarya dan berkontribusi secara ekonomi.

Di bidang peningkatan kapasitas, DWP Kalbar juga menjalankan berbagai kegiatan literasi, peningkatan produktivitas perempuan serta edukasi pencegahan korupsi melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Penguatan ketahanan keluarga juga menjadi perhatian. DWP Kalbar mendorong keluarga menjadi benteng pertama dalam mendeteksi dan menangkal berbagai pengaruh negatif, termasuk penyebaran ideologi radikalisme.

Perhatian Windy terhadap pendidikan anak diwujudkan melalui program DWP Mengajar.

Melalui program tersebut, jajaran DWP turun langsung ke lembaga PAUD dan TK untuk memberikan edukasi kepada anak-anak melalui dongeng, permainan, edukasi tumbuh kembang hingga pembiasaan hidup sehat.

Salah satu momen yang menggambarkan komitmen Windy terjadi ketika banjir rob merendam salah satu lokasi PAUD dan TK.

Genangan air tidak menghentikan langkah Windy bersama jajaran DWP Provinsi Kalbar dan DWP Setda Provinsi Kalbar untuk tetap hadir dan menjalankan program DWP Mengajar.

Bagi Windy, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam mempersiapkan generasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran organisasi perempuan ASN tidak harus selalu berada di balik meja, tetapi dapat turun langsung menyentuh masyarakat.

Jejak kepedulian Windy juga terlihat melalui berbagai kegiatan sosial.

Bersama jajaran DWP Kalbar, ia mengunjungi pasien kanker anak di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Bingkisan diberikan sekaligus dukungan moril kepada anak-anak yang tengah menjalani perawatan.

Kegiatan sosial juga dilakukan melalui anjangsana ke sejumlah panti asuhan di Kota Pontianak.

Jajaran DWP tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga membangun suasana kekeluargaan bersama anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas.

Pada momentum Ramadan maupun hari-hari besar lainnya, DWP Kalbar juga aktif memberikan santunan dan tali kasih kepada anak yatim, dhuafa serta kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Bagi Windy, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan DWP sebagai organisasi yang tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

Di bidang kesehatan, Windy bersama DWP Kalbar juga mendorong program yang menyentuh langsung perempuan dan keluarga.

Salah satunya melalui kolaborasi dengan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dalam pencanangan Program Sejuta Vaksin HPV bagi anggota KORPRI dan keluarga serta ASN perempuan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan kanker serviks sekaligus mendorong perempuan lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran bahwa kesehatan harus dijaga sejak dini. Kita ingin perempuan memiliki perhatian yang lebih besar terhadap kesehatan dirinya, karena perempuan memiliki peran yang sangat penting di dalam keluarga,” ujar Windy.

Kepedulian terhadap kesehatan juga diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang secara rutin diinisiasi DWP Kalbar.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi kemanusiaan sekaligus menunjukkan bahwa organisasi perempuan ASN dapat mengambil peran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Mengakhiri masa amanahnya, Windy menyampaikan bahwa seluruh program yang telah berjalan bukanlah hasil kerja seorang diri.

Ia menilai kebersamaan dan kolaborasi menjadi kekuatan utama DWP dalam menjalankan berbagai kegiatan.

“Alhamdulillah, selama saya menjalankan amanah sebagai Ketua DWP Provinsi Kalbar, banyak sekali pengalaman, kebersamaan dan pembelajaran yang saya dapatkan. Apa yang sudah dilakukan tentu tidak sempurna, tetapi kami berusaha agar DWP dapat memberikan manfaat, baik bagi anggota maupun masyarakat,” ujar Windy.

Windy juga menegaskan pandangannya mengenai peran DWP ke depan.

“Bagi saya, DWP bukan hanya organisasi yang mendampingi tugas suami sebagai ASN. Lebih dari itu, DWP harus menjadi wadah bagi perempuan untuk belajar, berkarya, saling menguatkan dan memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, organisasi dan masyarakat,” katanya.

Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran DWP Provinsi Kalbar, DWP kabupaten/kota, unsur pelaksana, perangkat daerah, pemerintah daerah, organisasi perempuan, lembaga sosial, dunia usaha serta seluruh mitra yang selama ini mendukung berbagai program.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus dan anggota DWP Kalbar, DWP kabupaten/kota, para pimpinan perangkat daerah, ASN, masyarakat, organisasi perempuan, mitra kerja, dunia usaha dan semua pihak yang selama ini telah mendukung setiap program dan kegiatan DWP. Mohon maaf apabila selama saya menjalankan amanah ada kekurangan dan kesalahan,” ungkapnya.

Menurut Windy, keberhasilan berbagai program DWP merupakan hasil kerja bersama.

“Saya menyadari bahwa apa yang telah kita capai selama ini adalah hasil kerja bersama. Tanpa dukungan dan kolaborasi dari semua pihak, DWP tidak akan bisa bergerak secara maksimal. Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kebersamaan yang luar biasa selama ini,” tuturnya.

Windy berharap kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan berbagai program yang telah dibangun, terutama dalam pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, pendidikan, kesehatan dan kepedulian sosial.

“Semoga apa yang telah kita mulai dan kerjakan bersama dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan. Saya berharap DWP Kalbar semakin maju, semakin solid dan semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Bagi Windy, berakhirnya amanah sebagai Ketua DWP Kalbar bukan berarti berakhirnya semangat untuk memberikan kontribusi.

“Setiap amanah pasti ada waktunya. Yang terpenting adalah bagaimana selama diberikan amanah kita bisa memberikan yang terbaik. Saya sangat bersyukur pernah menjadi bagian dari perjalanan DWP Kalbar dan bertemu dengan begitu banyak perempuan hebat yang memiliki semangat untuk terus berbuat baik,” pungkasnya.

Empat tahun lebih kepemimpinan Windy akhirnya menjadi bagian dari perjalanan DWP Kalbar.

Dari pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, pendidikan anak, kesehatan hingga aksi sosial, berbagai program tersebut meninggalkan satu pesan penting yakni DWP tidak hanya menjadi organisasi pendamping ASN, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk tumbuh, berkarya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kini amanah itu berakhir. Namun, semangat yang dibangun Windy bersama jajaran DWP Kalbar diharapkan terus berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *